{"id":615,"date":"2025-08-22T07:44:53","date_gmt":"2025-08-22T07:44:53","guid":{"rendered":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/?p=615"},"modified":"2025-08-22T07:44:55","modified_gmt":"2025-08-22T07:44:55","slug":"pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/","title":{"rendered":"Pesatnya Urban Farming di Mojosongo Boyolali, Bikin Anak Muda Tertarik Bertani"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usaha pertanian\u00a0<em>urban farming<\/em>\u00a0berkembang pesat di wilayah Kecamatan Mojosongo,\u00a0Boyolali. Metode pertanian itu diyakini bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak muda untuk terjun ke dunia pertanian sebagai petani muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan data Sensus Pertanian (ST) 2023, ada 69 rumah tangga usaha\u00a0pertanian(RTUP) dan usaha pertanian perorangan (UTP)\u00a0<em>urban farming<\/em>\u00a0di Boyolali. Dari jumlah itu, terbanyak ada di Kecamatan Mojosongo dengan jumlah 15 RTUP dan UTP\u00a0<em>urban farming<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kecamatan Simo berada di urutan kedua jumlah RTUP dan UTP&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;terbanyak yakni 11, Kecamatan Nogosari ada delapan, Kecamatan Musuk, Cepogo, serta Boyolali masing-masing lima.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu Kecamatan Sawit dan Banyudono masing-masing empat, di Kecamatan Ampel ada tiga, Kecamatan Andong, Ngeplak, dan Teras masing-masing dua, dan terakhir Kecamatan Wonosegoro, Sambi, dan Gladagsari masing-masing satu&nbsp;<em>urban farming<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam buklet hasil pencacahan ST 2023 tahap I Badan Pusat Statistik (BPS) Boyolali tertanggal 4 Desember 2023, dijelaskan&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;menjadi salah satu solusi mengurangi ketergantungan sumber pangan kawasan perkotaan ke kawasan perdesaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu juga membantu pengendalian inflasi, mengembangkan ekonomi lokal, efisiensi biaya transportasi, meningkatkan partisipasi masyarakat\/komunitas, dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa aktivitas yang tergolong&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;dalam ST 2023 seperti usaha budi daya tanaman sayuran di taman kota, kota, atap bangunan, atau dalam ruang tertutup seperti rumah kaca. Kegiatan yang dilakukan pada urban farming selain budi daya tanaman, dapat juga berupa usaha peternakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Regenerasi Petani<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, urban farming dianggap bisa menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk terjun menjadi petani dan mengatasi masalah regenerasi petani yang lambat. Seperti yang dilakukan petani&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;di Dukuh Pisah dan Gondang, Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para petani&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;di wilayah itu bahkan sudah membentuk Paguyuban Tunggal Rabuk yang fokusnya memproduksi pupuk organik. Paguyuban ini terbentuk pada akhir Agustus 2023 dan produk pupuknya sudah dipasarkan ke Wonosobo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu petani&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;asal Dukuh Pisah, Kragilan, Mojosongo, Wisnu Tri Guritno, 42, menjadi ketua paguyuban tersebut. Ia yang seorang pegawai bank mengawali bertani&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;ketika pulang ke kampung halaman di Boyolali seusai pandemi Covid-19.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia melihat potensi&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;di sekitar rumahnya dan mulai dengan membuat dua&nbsp;<em>green house<\/em>&nbsp;untuk menanam melon. Tanaman tersebut ia beri air dengan irigasi tetes. Beberapa tanaman ia tanam dengan&nbsp;<em>polybag<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cWalaupun di Kragilan ada ladang, sengaja saya menanam di dekat rumah karena ini sebagai contoh bagi teman-teman muda. Mereka kan malas ke ladang karena jauh, nah ini di samping rumah tidak perlu jalan kaki jauh,\u201d kata dia saat berbincang dengan&nbsp;<em>Espos.id<\/em>, Selasa (26\/12\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengungkapkan sudah beberapa kali memanen melon premium yang ia tanam. Terakhir, ia panen pada November 2023. Wisnu mengatakan melon premium hasil panennya ia jual Rp20.000 per kilogram (kg). Harga tersebut, tutur dia, lebih murah dibanding pasaran melon dengan kualitas sama yang mencapai Rp35.000-Rp40.000 per kg.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wisnu mengatakan meski ditanam secara&nbsp;<em>urban farming<\/em>, kadar kemanisan melonnya mencapai 16 brix, lebih dari cukup untuk melon premium. Ia memiliki kepuasan tersendiri karena bisa memanen buah yang ia pelihara dari awal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ide Awal Pembuatan Pupuk Organik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPemasarannya, pembeli yang datang langsung ke sini. Mereka bisa memetik buah sendiri, jadi ada sensasinya beli buah tapi petik sendiri. Terus mereka buat story di media sosial, itu jadi promosi gratis,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ongkos produksi tanam melon itu juga bisa ditekan karena pupuknya menggunakan pupuk organik produksi sendiri. Ide pembuatan pupuk itu berawal saat ronda malam. Sambil mengobrol bersama ketua RT setempat dan seorang kawan lainnya, muncul ide untuk belajar pembuatan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian, ia dan para pemuda sekitar rumahnya belajar membuat pupuk organik di Bandungan, Semarang. Akhir Agustus 2023, berdirilah Paguyuban Tunggal Rabuk yang beranggotakan 10 orang di mana delapan orang di antaranya berusia di bawah 40 tahun, bahkan didominasi usia di bawah 30 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak semua anggota paguyuban itu adalah petani murni. Sebagian memiliki pekerjaan utama sebagai pegawai bank, pegawai pabrik, peternak, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"771\" src=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1-1024x771.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-616\" srcset=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1-1024x771.jpeg 1024w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1-300x226.jpeg 300w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1-768x578.jpeg 768w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1-1536x1156.jpeg 1536w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia berharap gerakan&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;di Kragilan, Mojosongo, Boyolali, itu dapat menumbuhkan petani-petani muda di sekitar tempat tinggalnya. Dengan teknologi&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;dan pengolahan pupuk organik dapat membawa branding bertani itu keren di kalangan anak muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap malam kelompok petani yang didominasi kalangan milenial tersebut beraktivitas mengolah pupuk organik dari kotoran sapi dan kambing. Lalu, sepekan sekali, puluhan karung pupuk organik produksi Paguyuban Tunggal Rabuk diambil oleh distributor PT Telaga Berkah Digdaya untuk dikirim ke Wonosobo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga pupuknya juga jauh lebih murah yaitu hanya Rp22.000 per karung 25 kilogram. Harga itu lebih murah dibanding pupuk urea di pasaran yang mencapai Rp350.000 per karung 50 kilogram.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadi selain pupuknya kami jual, kami juga pakai untuk kebutuhan kami. Lalu, kebun urban farming di kelompok kami baru satu, punya saya itu jadi percontohan. Namun, nantinya akan berkembang ke anggota kami yang lain,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Belajar Banyak Ilmu Pertanian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu anggota Paguyuban Tunggal Rabuk, Echsan Dwi Nugroho, 28, mengaku bersyukur bisa bergabung dengan paguyuban tersebut. Ia sebelumnya hanya bertani dan beternak konvensional lalu beralih ke pertanian modern.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di paguyuban, ia memperoleh ilmu-ilmu pertanian dan peternakan modern dan dapat diaplikasikan. Echsan juga senang mendapat ilmu pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi atau kambing di tempatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya tertarik belajar pertama karena saya mendukung pergerakan Mas Wisnu dan Pak RT untuk mengembangkan kreativitas pemuda di Dukuh Pisah-Gondang. Dengan adanya ini, para pemuda di Pisah-Gondang bisa lebih baik, sekaligus membantu masyarakat sekitar,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga berminat mengembangkan&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;di halaman rumahnya. Echsan saat ini sedang menyiapkan lahan di halaman rumahnya untuk menanam cabai secara urban farming.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali, Joko Suhartono, menyambut baik adanya 69 usaha&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;di Kota Susu. \u201cKondisi ini cukup bagus, karena minat masyarakat perkotaan Boyolali berusaha di bidang pertanian cukup baik dengan memanfaatkan keterbatasan lahan yang ada,\u201d kata dia, Rabu (27\/12\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Joko mengatakan&nbsp;<em>urban farming<\/em>&nbsp;semakin diminati masyarakat karena dengan lahan terbatas dapat berusaha pertanian secara produktif. Ia mengungkapkan biasanya komoditas yang diusahakan berupa tanaman sayuran dan dapat diintegrasikan dengan ikan dan ternak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.14-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-617\" srcset=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.14-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.14-225x300.jpeg 225w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.14-1152x1536.jpeg 1152w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.14-1536x2048.jpeg 1536w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.14-scaled.jpeg 1920w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Joko menilai pemanfaatan pekarangan membuat keluarga perkotaan dapat memenuhi pangan sendiri dan berpotensi menghasilkan pendapatan. \u201c<em>Urban farming<\/em>&nbsp;dapat menjadi upaya regenerasi petani karena sebagian besar pelaku usaha urban farming adalah petani milenial,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyebut berdasarkan data Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan), jumlah petani di Boyolali per November 2023 ada 115.328 orang. Jumlah tersebut tidak termasuk peternak. Dari angka tersebut, jumlah petani baru berkisar 10% yaitu 10.525 orang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Joko menyampaikan upaya untuk menarik kaum milenial ke dunia pertanian di Boyolali adalah dengan pelatihan baik aspek budi daya, pengolahan, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi informasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Urban Farming Lebih Adaptif Teknologi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSelain itu dinas juga berupaya memberikan pembinaan dan bimbingan akses permodalan antara lain KUR [Kredit Usaha Rakyat], bantuan benih, alat mesin pertanian dan pupuk bagi petani,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terpisah, pengamat pertanian dari Universitas Boyolali (UBY), Sigit Muryanto, menilai ke depan pelaku urban farming akan semakin bertambah.&nbsp;Secara konsep, Sigit menilai urban farming adaptif terhadap teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya jika pengairan konvensional mengandalkan hujan, sedangkan urban farming bisa membuat sendiri baik manual atau menggunakan alat. &#8220;Penyebutan juga, di urban farming sebutannya insan tani, karena semua kalangan, baik itu pegawai, dosen, profesional, anak-anak muda, milenial, Gen Z, bisa masuk,&#8221; tutur dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal lainnya yakni terkait tanam. Jika pertanian konvensional butuh lahan luas, urban farming bisa menggunakan lahan sempit, terbatas, dan belum dimanfaatkan. Medianya juga tidak harus tanah, bisa hidroponik, polybag atau media campuran sekam bakar, vertikultur, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menilai urban farming lebih keren bagi pemuda sehingga akan semakin digandrungi.&nbsp;Bertani urban farming, kata Sigit, juga mendapat cap petani keren dari masyarakat karena bisa memanfaatkan lahan sempit untuk bertani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Urban farming ke depan semakin diminati karena budi daya model ini indah dipandang. Udara sekitar menjadi sejuk, kawasannya menjadi nyaman. Gerakan ini juga mendukung SDGs [<em>Sustainable Development Goals]<\/em>&nbsp;desa,&#8221; kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sigit meyakini urban farming ke depan akan menjadi gaya hidup bagi milenial dan gen Z karena bisa dijadikan hobi sekaligus bisnis.&nbsp;&#8220;Saya kira urban farming bisa mendorong regenerasi petani karena ada brand image petani itu keren. Tidak perlu seperti dulu yang pagi ke sawah, pulang sore. Nah, ini urban farming bisa disambi,&#8221; jelas dia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Usaha pertanian\u00a0urban farming\u00a0berkembang pesat di wilayah Kecamatan Mojosongo,\u00a0Boyolali. Metode pertanian itu diyakini bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak muda untuk terjun ke dunia pertanian sebagai petani muda. Berdasarkan data Sensus Pertanian (ST) 2023, ada 69 rumah tangga usaha\u00a0pertanian(RTUP) dan usaha pertanian perorangan (UTP)\u00a0urban farming\u00a0di Boyolali. Dari jumlah itu, terbanyak ada di Kecamatan Mojosongo dengan jumlah 15 RTUP dan UTP\u00a0urban farming&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":616,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[6,7],"class_list":["post-615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-anak-muda","tag-urban-farming"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pesatnya Urban Farming di Mojosongo Boyolali, Bikin Anak Muda Tertarik Bertani - Paguyuban Tunggal Rabuk<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pesatnya Urban Farming di Mojosongo Boyolali, Bikin Anak Muda Tertarik Bertani - Paguyuban Tunggal Rabuk\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Usaha pertanian\u00a0urban farming\u00a0berkembang pesat di wilayah Kecamatan Mojosongo,\u00a0Boyolali. Metode pertanian itu diyakini bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak muda untuk terjun ke dunia pertanian sebagai petani muda. Berdasarkan data Sensus Pertanian (ST) 2023, ada 69 rumah tangga usaha\u00a0pertanian(RTUP) dan usaha pertanian perorangan (UTP)\u00a0urban farming\u00a0di Boyolali. Dari jumlah itu, terbanyak ada di Kecamatan Mojosongo dengan jumlah 15 RTUP dan UTP\u00a0urban farming....\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paguyuban Tunggal Rabuk\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-22T07:44:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-22T07:44:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1204\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/\",\"url\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/\",\"name\":\"Pesatnya Urban Farming di Mojosongo Boyolali, Bikin Anak Muda Tertarik Bertani - Paguyuban Tunggal Rabuk\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-08-22T07:44:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-22T07:44:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/ba1ce4f2014e08f9e86793143b39cec5\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1204},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pesatnya Urban Farming di Mojosongo Boyolali, Bikin Anak Muda Tertarik Bertani\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/\",\"name\":\"Paguyuban Tunggal Rabuk\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/ba1ce4f2014e08f9e86793143b39cec5\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37afbb0851b54e570a93067102b01bc2cabc9c6e2f22a94f2dd9d8c0bd0b7b23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37afbb0851b54e570a93067102b01bc2cabc9c6e2f22a94f2dd9d8c0bd0b7b23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/tunggalrabuk.com\"],\"url\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pesatnya Urban Farming di Mojosongo Boyolali, Bikin Anak Muda Tertarik Bertani - Paguyuban Tunggal Rabuk","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pesatnya Urban Farming di Mojosongo Boyolali, Bikin Anak Muda Tertarik Bertani - Paguyuban Tunggal Rabuk","og_description":"Usaha pertanian\u00a0urban farming\u00a0berkembang pesat di wilayah Kecamatan Mojosongo,\u00a0Boyolali. Metode pertanian itu diyakini bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak muda untuk terjun ke dunia pertanian sebagai petani muda. Berdasarkan data Sensus Pertanian (ST) 2023, ada 69 rumah tangga usaha\u00a0pertanian(RTUP) dan usaha pertanian perorangan (UTP)\u00a0urban farming\u00a0di Boyolali. Dari jumlah itu, terbanyak ada di Kecamatan Mojosongo dengan jumlah 15 RTUP dan UTP\u00a0urban farming....","og_url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/","og_site_name":"Paguyuban Tunggal Rabuk","article_published_time":"2025-08-22T07:44:53+00:00","article_modified_time":"2025-08-22T07:44:55+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1204,"url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/","url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/","name":"Pesatnya Urban Farming di Mojosongo Boyolali, Bikin Anak Muda Tertarik Bertani - Paguyuban Tunggal Rabuk","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1.jpeg","datePublished":"2025-08-22T07:44:53+00:00","dateModified":"2025-08-22T07:44:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/ba1ce4f2014e08f9e86793143b39cec5"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/#primaryimage","url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.20-1.jpeg","width":1600,"height":1204},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/pesatnya-urban-farming-di-mojosongo-boyolali-bikin-anak-muda-tertarik-bertani\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pesatnya Urban Farming di Mojosongo Boyolali, Bikin Anak Muda Tertarik Bertani"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#website","url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/","name":"Paguyuban Tunggal Rabuk","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/ba1ce4f2014e08f9e86793143b39cec5","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37afbb0851b54e570a93067102b01bc2cabc9c6e2f22a94f2dd9d8c0bd0b7b23?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37afbb0851b54e570a93067102b01bc2cabc9c6e2f22a94f2dd9d8c0bd0b7b23?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/tunggalrabuk.com"],"url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=615"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":618,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/615\/revisions\/618"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/616"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}