{"id":619,"date":"2025-08-22T07:48:33","date_gmt":"2025-08-22T07:48:33","guid":{"rendered":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/?p=619"},"modified":"2025-08-22T07:50:07","modified_gmt":"2025-08-22T07:50:07","slug":"kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/","title":{"rendered":"Kisah Paguyuban Petani Muda Mojosongo Boyolali Rintis Usaha Pupuk Organik"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelompok\u00a0petani muda\u00a0Paguyuban Tunggal Rabuk di Kragilan, Mojosongo,\u00a0Boyolali, mengembangkan usaha pembuatan\u00a0pupuk organik\u00a0dengan harga yang murah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka menjual produk mereka dengan harga Rp22.000 per karung isi 25 kilogram. Walau lebih murah dibandingkan pupuk hasil pabrik di pasaran, pupuk organik buatan Paguyuban Tunggal Rabuk bisa menjadi pengganti pupuk pabrikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemasaran pupuk tersebut saat ini sudah sampai ke petani kentang di Wonosobo, Jawa Tengah. Paguyuban Tunggal Rabuk baru dibentuk pada Agustus 2023 dengan 10 anggota.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mayoritas anggotanya diisi oleh anak-anak muda berusia kurang dari 30 tahun. Pembuatan pupuk organik oleh petani muda di Mojosongo, Boyolali, itu dilakukan setiap malam karena mayoritas anggota punya pekerjaan di luar pertanian.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-622\" style=\"width:355px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-225x300.jpeg 225w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-1152x1536.jpeg 1152w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-1536x2048.jpeg 1536w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-scaled.jpeg 1920w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Paguyuban Tunggal Rabuk, Wisnu Tri Guritno, 42, menyampaikan pupuk organik yang ia buat bersama teman-temannya diproses dari kotoran ternak sapi dan kambing yang melimpah di Kragilan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ide tersebut muncul saat ia nongkrong bersama ketua RT 004 Dukuh Pisah, Kragilan, Ratno Wiyono, dan salah satu rekan lainnya di poskamling. Dari obrolan itu terungkap masalah yang mereka hadapi sama, yaitu mahalnya pupuk untuk petani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian, pertengahan 2023 mereka mengajak para pemuda untuk studi banding di daerah Bandungan, Semarang. Setelah mendapat ilmu, mereka mendirikan paguyuban dan membuat pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDi sini kami punya bahan [kotoran sapi dan kambing] melimpah, mengapa kami harus beli? Padahal kami bisa memproduksi sendiri,\u201d kata dia saat berbincang dengan&nbsp;<em>Espos.id<\/em>, Selasa (26\/12\/2023).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Proses Pembuatan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengatakan pembuatan pupuk organik oleh para petani muda di Kragilan, Mojosongo, Boyolali, itu diawali dengan menggiling kotoran hewan. Wisnu menyampaikan pupuk perlu digiling lagi untuk membersihkan dari residu tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kotoran yang sudah digiling itu kemudian difermentasi dengan bahan mikroba tambahan dan dimasukkan ke dalam karung yang telah disediakan dan dibungkus dalam waktu 3-14 hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengatakan kecepatan fermentasi tergantung dari jenis kotoran hewan yang digunakan. Jika berawal dari kotoran hewan basah, pengeringan membutuhkan waktu lebih lama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan jika bahan awal dari kotoran hewan kering, 3-4 hari fermentasi bisa selesai dan pupuk siap dijual. \u201cProduksi pupuk organik ini kami lakukan setiap hari tapi di malam hari. Soalnya kami semua bekerja pada siang hari,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyampaikan selama tiga bulan beroperasi, keuntungan dari penjualan pupuk organik masih belum dibagikan ke para petani muda yang menjadi anggota paguyuban di Mojosongo, Boyolali, itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Uang keuntungan digunakan untuk balik modal pembelian mesin penggiling dan modal lain. Selain itu, para anggota juga sepakat keuntungan dipakai untuk membeli alat lagi karena dibutuhkan di proses produksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Soal harga, Wisnu mengatakan untuk pembelian partai besar Rp22.000 per karung kemasan 25 kilogram. &#8220;Harga pupuk urea di pasar sudah sekitar Rp350.000 per karung [isi 50 kilogram]. Jadi ini jauh lebih murah,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, penggerak para petani muda yang juga Ketua RT 004 Dukuh Pisah, Kragilan, Mojosongo, Boyolali, Ratno Wiyono, 38, mengatakan walaupun produksi pupuk organik kelompoknya masih tergolong baru, peminatnya sudah banyak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengaku baru mendapatkan pesanan dari Kecamatan Boyolali. Selain itu sudah ada kerja sama pula dengan distributor pupuk organik ke Wonosobo melalui PT Telaga Berkah Digdaya Semarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPupuk kami ini bisa menjadi pengganti urea. Di sini cari urea susah, keluhannya petani kan cari urea. Kalau mau beli harus punya kartu tani, kalau enggak ada itu enggak bisa. Misal punya kartu tani, nominal 1.000 meter persegi hanya dapat 30 kilogram. Idealnya 1.000 meter ya 50 kilogram,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Anggota Mendapat Banyak Ilmu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengatakan dalam semalam produksi, Paguyuban Rabuk Tunggal berhasil menggiling 35 karung pupuk organik. Dengan alat yang terbatas, paguyuban harus memprioritaskan pesanan partai besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, salah satu petani muda anggota Paguyuban Tunggal Rabuk di Kragilan, Mojosongo, Boyolali, Echsan Dwi Nugroho, 28, mengaku bersyukur bisa bergabung dengan komunitas tersebut. Ia yang sebelumnya hanya bertani dan beternak konvensional bisa beralih ke pertanian modern.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.19-1-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-621\" style=\"width:545px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.19-1-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.19-1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.19-1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.19-1-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.19-1-2048x1536.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah bergabung dengan paguyuban, ia memperoleh ilmu-ilmu pertanian dan peternakan modern dan dapat diaplikasikan dalam pekerjaannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Echsan juga mengaku senang dengan adanya ilmu pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi atau kambing di tempatnya. Ia yang merasa membeli pupuk mahal menjadi lebih murah karena bisa diolah sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya tertarik belajar, pertama karena saya mendukung pergerakan Mas Wisnu dan Pak RT untuk mengembangkan kreativitas pemuda di Dukuh Pisah dan Gondangrejo. Dengan adanya ini, para pemuda di Pisah dan Gondang bisa lebih baik, sekaligus membantu masyarakat sekitar,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Walaupun belum mendapat keuntungan uang, Echsan mengaku tetap akan menjalankan produksi pupuk organik bersama para petani muda lain di Paguyuban Tunggal Rabuk, Desa Kragilan, Mojosongo, Boyolali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia tak keberatan keuntungan dalam memproduksi pupuk organik dipakai untuk pengembangan alat produksi, alat keamanan bekerja, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menjual pupuk, Echsan juga memakai pupuk organik yang dibuat kelompoknya untuk ditabur di ladang. Ia menilai ada perbedaan hasil pupuk urea pabrikan dan pupuk organik yang dibuat paguyuban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMisal kami menabur urea terus, kualitas tanah menurun, panennya juga turun. Kalau pakai organik, tanah justru subur. Pertumbuhan tanaman juga lebih bagus dengan pupuk organik,\u201d kata dia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelompok\u00a0petani muda\u00a0Paguyuban Tunggal Rabuk di Kragilan, Mojosongo,\u00a0Boyolali, mengembangkan usaha pembuatan\u00a0pupuk organik\u00a0dengan harga yang murah. Mereka menjual produk mereka dengan harga Rp22.000 per karung isi 25 kilogram. Walau lebih murah dibandingkan pupuk hasil pabrik di pasaran, pupuk organik buatan Paguyuban Tunggal Rabuk bisa menjadi pengganti pupuk pabrikan. Pemasaran pupuk tersebut saat ini sudah sampai ke petani kentang di Wonosobo, Jawa Tengah&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":622,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[8,11,12,9],"class_list":["post-619","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-boyolali","tag-mojosongo","tag-pupuk","tag-pupuk-organik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kisah Paguyuban Petani Muda Mojosongo Boyolali Rintis Usaha Pupuk Organik - Paguyuban Tunggal Rabuk<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Paguyuban Petani Muda Mojosongo Boyolali Rintis Usaha Pupuk Organik - Paguyuban Tunggal Rabuk\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kelompok\u00a0petani muda\u00a0Paguyuban Tunggal Rabuk di Kragilan, Mojosongo,\u00a0Boyolali, mengembangkan usaha pembuatan\u00a0pupuk organik\u00a0dengan harga yang murah. Mereka menjual produk mereka dengan harga Rp22.000 per karung isi 25 kilogram. Walau lebih murah dibandingkan pupuk hasil pabrik di pasaran, pupuk organik buatan Paguyuban Tunggal Rabuk bisa menjadi pengganti pupuk pabrikan. Pemasaran pupuk tersebut saat ini sudah sampai ke petani kentang di Wonosobo, Jawa Tengah....\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paguyuban Tunggal Rabuk\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-22T07:48:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-22T07:50:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-scaled.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/\",\"url\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/\",\"name\":\"Kisah Paguyuban Petani Muda Mojosongo Boyolali Rintis Usaha Pupuk Organik - Paguyuban Tunggal Rabuk\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-scaled.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-08-22T07:48:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-22T07:50:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/ba1ce4f2014e08f9e86793143b39cec5\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-scaled.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-scaled.jpeg\",\"width\":1920,\"height\":2560},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kisah Paguyuban Petani Muda Mojosongo Boyolali Rintis Usaha Pupuk Organik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/\",\"name\":\"Paguyuban Tunggal Rabuk\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/ba1ce4f2014e08f9e86793143b39cec5\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37afbb0851b54e570a93067102b01bc2cabc9c6e2f22a94f2dd9d8c0bd0b7b23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37afbb0851b54e570a93067102b01bc2cabc9c6e2f22a94f2dd9d8c0bd0b7b23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/tunggalrabuk.com\"],\"url\":\"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Paguyuban Petani Muda Mojosongo Boyolali Rintis Usaha Pupuk Organik - Paguyuban Tunggal Rabuk","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kisah Paguyuban Petani Muda Mojosongo Boyolali Rintis Usaha Pupuk Organik - Paguyuban Tunggal Rabuk","og_description":"Kelompok\u00a0petani muda\u00a0Paguyuban Tunggal Rabuk di Kragilan, Mojosongo,\u00a0Boyolali, mengembangkan usaha pembuatan\u00a0pupuk organik\u00a0dengan harga yang murah. Mereka menjual produk mereka dengan harga Rp22.000 per karung isi 25 kilogram. Walau lebih murah dibandingkan pupuk hasil pabrik di pasaran, pupuk organik buatan Paguyuban Tunggal Rabuk bisa menjadi pengganti pupuk pabrikan. Pemasaran pupuk tersebut saat ini sudah sampai ke petani kentang di Wonosobo, Jawa Tengah....","og_url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/","og_site_name":"Paguyuban Tunggal Rabuk","article_published_time":"2025-08-22T07:48:33+00:00","article_modified_time":"2025-08-22T07:50:07+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":2560,"url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-scaled.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/","url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/","name":"Kisah Paguyuban Petani Muda Mojosongo Boyolali Rintis Usaha Pupuk Organik - Paguyuban Tunggal Rabuk","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-scaled.jpeg","datePublished":"2025-08-22T07:48:33+00:00","dateModified":"2025-08-22T07:50:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/ba1ce4f2014e08f9e86793143b39cec5"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/#primaryimage","url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-scaled.jpeg","contentUrl":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-21-at-12.58.17-1-scaled.jpeg","width":1920,"height":2560},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/2025\/08\/22\/kisah-paguyuban-petani-muda-mojosongo-boyolali-rintis-usaha-pupuk-organik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kisah Paguyuban Petani Muda Mojosongo Boyolali Rintis Usaha Pupuk Organik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#website","url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/","name":"Paguyuban Tunggal Rabuk","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/ba1ce4f2014e08f9e86793143b39cec5","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37afbb0851b54e570a93067102b01bc2cabc9c6e2f22a94f2dd9d8c0bd0b7b23?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37afbb0851b54e570a93067102b01bc2cabc9c6e2f22a94f2dd9d8c0bd0b7b23?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/tunggalrabuk.com"],"url":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/619","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=619"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/619\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":623,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/619\/revisions\/623"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/622"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tunggalrabuk.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}